SMPN 2 Gelar Pertemuan Dengan Orang Tua Siswa Baru

SMPN 2 Gelar Pertemuan Dengan Orang Tua Siswa Baru

SMPN 2 Gelar Pertemuan Dengan Orang Tua Siswa Baru

SMP Negeri 2 Ambon menerima siswa baru sebanyak 420 orang tamatan SD

dari berbagai sekolah di Kota Ambon. Untuk itu kepala sekolah beserta dewan guru dan komite melaksanakan pertemuan dengan orang tua siswa baru berlangsung diaula SMPN 2 Senin (7/7).

Drs. La Siteni, M.Pd

Kepala SMP Negeri 2 Ambon Drs. La Siteny, M.Pd usai pertemuan kepada Tribun-Maluku.Com mengungkapkan, pertemuan dengan orang tua siswa yang diterima sebanyak 420 orang untuk membicarakan 3 hal penting dalam proses belajar mangajar disekolah, yakni pemanfaatan waktu belajar yang berhubungan dengan tata tertib sekolah, gambaran status sekolah sebagai sekolah negeri, sekaligus status sekolah rekonsiliasi atau sekolah percontohan yang pembenahannya harus benar-benar baik dan sejalan, termasuk kepedulian, ketelitian dan kewaspadaan serta tanggung jawab semua pihak yang terlibat didalamnya, seperti pemerintah, masyarakat dalam hal ini orang tua siswa dan pihak sekolah.

Disisi lain Dia juga mengisyaratkan, pertemuan ini juga membicarakan

tentang tenaga guru, finansial, kelengkapan siswa, termasuk berbagai pemikiran yang positif dari pihak orang tua, karena semuanya itu tidak bisa dibebankan seluruhnya kepada pihak pemerintah, karena ketidak sanggupan pemerintah, sementara pihak sekolah harus berproses, sambil mengejar mutu dan kualitas.

Selain itu sebagaimana biasa, saat anak masuk sekolah tahun ajaran baru harus mempersiapkan berbagai perlengkapan sekolah seperti seragam sekolah lengkap dengan kaos kaki, sepatu dan atribut lainnya, sehingga telah terjadi kesepakatan dengan pihak orang tua, harga yang ditetapkan sebesar 900 ribu rupiah untuk keseluruhan kelengkapan sekolah.

Sedangkan komite sekolah bersama orang tua juga ada kesepakatan tentang dana

pembangunan, besarnya akan ditentukan kemudian.

Pihak sekolah sangat mengharapkan kedisiplinan yakni kelengkapan siswa saat masuk sekolah, jika tidak dipenuhi akan dikenakan sangsi.

Sedangkan untuk siswa miskin, pemerintah menyediakan dana untuk itu, dimana pihak sekolah harus menyalurkannya kepada siswa yang berhak menerimanya serta pemanfaatannya dilakukan secara baik untuk membantu siswa yang bersangkutan,‚ÄĚtandas La Siteny.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/sejarah-soekarno/