Sekolah Swasta Banyak yang Bangkrut

Sekolah Swasta Banyak yang Bangkrut

Sekolah Swasta Banyak yang Bangkrut

SUKABUMI – Sedikitnya sembilan sekolah swasta di Kota Sukabumi tahun ini bangkrut akibat kekurangan siswa.

Badan Musyawarah Perguruan Swasta setempat menuding kondisi itu akibat karut-marutnya proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Kami istilahkan kondisi ini sebagai sebuah ‘pengkhianatan’,” tegas Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta Kota Sukabumi Endang Imam kepada wartawan dalam kegiatan seminar analisis PPDB online bertema antara idealita dan realita di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Sabtu (26/8).

Pengkhianatan yang dimaksud Endang yakni terjadinya fenomena jor-joran sekolah negeri

merekrut siswa sebanyak-banyaknya. Padahal, semua pihak sudah berkomitmen proses PPDB dilakukan secara normatif. “Semua sudah berkomitmen, tidak ada istilah titipan dan lain-lain dalam proses PPBD. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Kondisi ini tak harus terjadi jika semua menjalankan PPBD secara normatif,” ujarnya.

Sejauh ini Endang melihat pemerintah daerah terkesan hanya memerhatikan sekolah negeri. Berdasarkan data yang dimilikinya, kurun 10 tahun terakhir hampir 13 sekolah swasta yang mengalami kebangkrutan. “Sekolah swasta terkesan tak punya hak untuk tampil. Sekolah negeri seolah-olah bebas menerima siswa tanpa batasan kuota. Akibatnya kami yang harus menanggung dampaknya. Hampir semua sekolah swasta kekurangan siswa,” tandasnya.

Sementara itu Sekda Kota Sukabumi Hanafie Zain mengatakan, hasil evaluasi PPDB

yang disampaikan dalam forum seminar dapat dijadikan bahan Pemkot Sukabumi untuk memperbaiki sistem PPDB ke depan. Dia mengaku pemerintah berkewajiban untuk mendorong kalangan swasta agar tetap menjadi penyelenggara pendidikan yang berkualitas.

“Terkait sekolah swasta yang bangkrut, saya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencari solusi untuk menyelamatkannya. Selama ini sekolah swasta telah bekerja secara mandiri melalui yayasan. Tinggal nanti pemerintah mendorong agar yayasan-yayasan yang mengelola sekolah tetap eksis,” tandas Hanafie

 

Sumber :

https://nashatakram.net/