Mendikbud Sentil Disdik dan Sekolah

Mendikbud Sentil Disdik dan Sekolah

Mendikbud Sentil Disdik dan Sekolah

Mendik­bud, Muhadjir Effendy, meny­esalkan aksi demonstrasi yang berujung ricuh

yang dilakukan pelajar setingkat SMA. Sekolah seharusnya bisa mencegah pelajar meninggalkan kelas untuk ikut demo. ”Tidak dibe­narkan. Kepala sekolah masing-masing seharusnya bisa men­cegahnya,” terangnya.

Selain itu, menurut Muhadjir, Dinas Pendidikan (Disdik) di setiap provinsi harus ikut ber­koordinasi dengan SMA/SMK. Ia mencontohkan kebijakan yang dilakukan Disdik Pro­vinsi Jawa Timur. ”Begitu juga kepala dinas masing-masing provinsi harus mengkoordina­sikan SMA dan SMK di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ke­pala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemen­dikbud,

Ade Erlangga. Ia mengimbau pemerintah daerah (pemda) dan satuan pendidikan mencegah pelajar untuk ikut berunjuk rasa. Imbauan ini disampaikan agar pelajar tidak terlibat aksi anarkis. “Tetap ut­amakan hak anak sebagai pe­serta didik untuk menghindar­kan mereka dari keikutsertaan atau pelibatan terhadap peris­tiwa yang mengandung unsur kekerasan,” katanya.

Imbauan tersebut berdasar­kan Pasal 15 ayat 4 Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yaitu setiap anak berhak mem­peroleh perlindungan dari pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan.

Tak hanya itu, kemendikbud juga mengimbau orang tua turut serta mencegah peserta didik dari perbuatan anarkis dan mengganggu ketertiban umum

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/GHW5SHM